Selasa, 28 Februari 2012
PENGERTIAN DAN MACAM TAKABUR
Takabur berasal dari bahasa Arab takabbara- yatakabbaru yangf artinya sombong atau membanggakan diri.Secara istilah takabur adalah sikap berbangga diri dengan beranggaan bahwa hanya dirinya beranggapan yang paling hebat dan benar dibandingkan orang lain.Takabur semakna dengan ta`azum,yakni menampakan keagungan dan kebesaranya.Banyak hal yang menyebabkan orang menjadi sombong akibat takabur di antaranya dalam ilmu pengetahuan,amal dan ibadah,nisab,kecantikan,dankekayaan.Takabur termasuk termasuk sifat yang tercela yang harus di hindari.Firman Allah SWT pada surat QS.An-Nahl/16:29 yang artinya “maka masukilah pintu-pintu neraka jahanam,kamu kekal di dalamnya.Pasti itu seburuk-buruk tempat untuk orang yang menyombongkan diri. Objek atau sasaran takabur dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu: 1. Takabur kepada Allah SWTTakabur kepada Allah adalah keadaan seseorang yang tidak mengakui dan menerima kebenaran dari Allah. 2. Takabur kepada Rasulullah 3. Adalah seseorang yang tidak mau menaati apa yang di sunahkan Nabi Muhamad saw. Takabur kepada sesama manusia karena mempunyai kelebihan. Ada Firman Allah pada surat QS.An-Nisa 4:36 yang berbunyi: “Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Disamping itu juga takabur dapat dibagi menjadi dua macam,yaitu takabur batini dan takabur zahiri.Takabur batini artinya sifat takabur yang tertanam dalam hati seseorang sehingga tidak tampak secara fisik.Adapun sifat takabur zahiri adalah sifat takabur yang dapat dilihat secara langsung dengan pancaindra.Adapun contoh-contoh perilaku takabur antara lain: 1.Raja Fir`aun ialah raja takabur yang mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan yang paling besar.Ia merasa mampu membuat orang lain menjadi apa saja,mematikan atau menghidupkannya.Tetapi akhirnya ia tenggelam di laut merah.Hal ini menunjukan bahwa fir`aun itu lemah. 2.Qarun adalah seseorang yang paling kaya.Karena hartanya,ia menjadi takabur dan mempertuhankan hartanya. 3.Kan`an pada zaman nabi Nua dan Abu Lahab Rasulullah.Apalagi pada zaman modern sekarang,banyak orang yang bersifat takabur. Rasulullah bersabda “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat zarah (seperti biji sawi) Takabur termasuk penyakit hati,dan akhlak tercela. Setiap muslim harus menghindari sifat takabur. Ada beberapa cara untuk menghindari diri dari sifat takabur yaitu dengan cara mendekatkan diri pada Allah SWT,menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna,dan juga kita haarus mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita,serta menyadari sifat takabur adalah dosa besar dan menghalangi masuk surga. Dengan demikaan, kita dapat mengambil hikmah dari bacaan di atas, agar kita tidak boleh bersifat takabur terhadap orang lain.
Rabu, 22 Februari 2012
Doa Qunut
Bacaan Doa Qunut dan Terjemahan.
Qunut merupakan doa yang dilakukan
pada Shalat Subuh atau Shalat Withir.
Hukum Doa Qunut adalah Sunnah
Muakkad/ab’ad (sunnah yang dikuatkan).
Bagaimanakah bacaan doa qunut subuh dan dalam shalat yang lain?
Bacaan Doa Qunut dan Terjemahan Bacaan Doa Qunut dan Terjemahan Berikut Bacaan Doa Qunut dan
Terjemahannya : Doa Qunut
Doa Qunut 1. Allahummahdini fiiman hadaiit Artinya :
” Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana
mereka yang telah Engkau tunjukkan. “ Bacaan Doa Qunut
Bacaan Doa Qunut 2. wa ‘afinnii fiiman ‘afait.. Artinya :
” Berikan kesihatan kepadaku
sebagaimana mereka yang telah Engkau
berikan kesihatan. “ Bacaan Doa Qunut Shubuh
Bacaan Doa Qunut Shubuh 3. watawallanii fiiman tawallaiit.. Artinya :
” Dan peliharalah aku sebagaimana orang-
orang yang telah Engkau peliharakan. “ Doa Qunut Shubuh
Doa Qunut Shubuh 4. wabaariklii fiima a’thoaiit.. Artinya :
” Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa
yang telah Engkau kurniakan. “ Doa Qunut Shalat Shubuh
Doa Qunut Shalat Shubuh 5. wakinii (birrohmatika ) syarromaa
qodhoiit.. Artinya :
” Dan selamatkan aku dari bahaya yang
telah Engkau tentukan. “ Qunut Shalat Shubuh
Qunut Shalat Shubuh 6. fainna kataqdhii walayuqdhoo ‘alaik.. Artinya :
” Maka sesungguhnya, Engkaulah yang
menghukum dan bukannya yang kena
hukum. “ Doa Qunut dan Terjemahan
Doa Qunut dan Terjemahan 7. wainnahu layadilluman walaiit.. Artinya :
” Dan sesungguhnya tidak hina orang yang
Engkau pimpin. “ Doa Qunut dan Maksudnya
Doa Qunut dan Maksudnya 8. wala yaidzuman ‘adaiit.. Artinya :
” Dan tidak mulia orang yang Engkau
musuhi. “ Qunut Shubuh
Qunut Shubuh 9. Tabaarokta robbana wata ‘alaiik.. Artinya :
” Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan
Maha Tinggi “ Bacaan Qunut
Bacaan Qunut 10. falakalhamdu ‘alama qodhoiit.. Artinya :
” Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas
apa yang Engkau hukumkan. “ Qunut In Arabic
Qunut In Arabic 11. wa astaghfiruka wa atuubu ilaiik.. Artinya :
” Aku memohon ampun dari-Mu dan aku
bertaubat kepada-Mu. “ Bacaan Qunut Subuh
Bacaan Qunut Subuh Shalawat Nabi Muhammad SAW
Shalawat Nabi Muhammad SAW washallallahu ‘ala Sayyidinaa Muhammadin
nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi washohbihi
wasallam.. Artinya :
” Dan semoga Allah mencurahkan rahmat
dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi
Muhammad dan keluarganya. “ Itulah Bacaan Doa Qunut dan Terjemahan
yang semoga bermanfaat buat kita.
Walaupun bacaan qunut dalam shalat
hukumnya sunnah, ada baiknya kita rau
dan menghapalnya.
Jumat, 17 Februari 2012
muda abdi
Iman Tirmidzi sebuah hadist bersumber dari Hasan ra.Pada suatu hari datang wanita tua menghadap Rasullullah saw.Dia meminta kepada Rasullullah agar berdoa kepada allah untuk dirinya.Dia meminta agar Allah SWT berkenan memasukan ke dalam surga.Jawab Rsulullah saw.Wanita itu tidak akan masuk surga.'' Wanita itu pergi sambil menangis.Maka Rasulullah saw memanggilnya kembali,seraya bersabda." kamu di surga nanti bukan lagi seorang wanita tua. sebab Allah SWT telah bersabda : Sesungguhnya kami mencipkan mereka (Bidari-bidari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebatya umurnya.'' (QS . al Waqi'ah: 35-37)
Kamis, 16 Februari 2012
Merindukan Ayah Dan Ibu
Merindukan Ayah Dan Ibu By: HANIF ABDUL HAFIZH "Saya merindukan ayah dan ibu..Mas," tutur
seorang gadis di Rumah Amalia. Ia
bercerita kebahagiaan di dalam hidupnya
memiliki orang tua yang sangat perhatian
adalah dambaan setiap orang di masa
kanak-kanak. Ia merasa beruntung karena memiliki ayah dan ibu yang sangat
mencintai dirinya. Bahkan ayah dan ibu
sangat memanjakannya, barang yang
diinginkannya sebisa mungkin ayah dan ibu
mengabulkan. Begitu besar cinta dan
perhatian mereka sehingga tidak pernah menyangka ternata ia hanyalah anak
adopsi. Kenyataan itu membuat hatinya
terluka perih, menyayat hatinya yang paling
dalam. Ia menjadi minder dan menarik diri
dari pergaulan. Ayah dan Ibunya selalu
menghibur dan menyakinkannya, kalau setatus itu tidak akan mengubah kasih
sayang mereka. Meski sulit namun akhirnya
ia berusaha untuk menerima kenyataan
hidup ini. Badai kehidupan itu datang
menghempas, sebulan kemudian ayahnya
meninggal karena sakit ginjal dan tidak lama kemudian ibunya yang sangat dicintainya
menyusul meninggalkan dirinya untuk
selamanya. Kepergian ayah dan ibunya tidak membuat
penderitaannya berakhir, seminggu ibu
meninggal, paman dan tante dari ayah
mendatangi rumahnya. Mereka
membicarakan harta peninggalan ayah
dan ibu, "Rumah peninggalan ayah dan ibumu adalah hak kami, kamu tidak memiliki
hak sama sekali atas rumah ini. Jadi, kami
minta dalam seminggu ini tinggalkan rumah
ini karena akan langsung dijual." ujar tante.
Ucapan itu membuat ia terhenyak, tak
terasa ia menjerit, air matanya meleleh. "Kalau rumah ini dijual, aku harus tinggal
dimana?" Paman menjawab tanpa
perasaan bersalah sedikitpun. "Ya, terserah
kamu, mau tinggal dimana. itu bukan
urusan kami." Ia tidak bisa mengatakan
apapun. Hatinya terasa pedih, tubuhnya lemah tak berdaya. Menangis tersedu-sedu.
Paman dan tantenya pergi meninggal
dirinya begitu saja. Keesokan harinya tanpa
harus menunggu seminggu, ia sudah
meninggalkan rumah. Kesedihan terasa
begitu menyakitkan karena begitu banyak kenangan manis di rumah itu. Ia hanya
membawa album berisi poto-poto dengan
ayah dan ibunya serta baju secukupnya.
Pergi ke rumah teman karibnya. Untunglah
semua cobaan itu bisa dilaluinya. Keyakinan
bahwa semua itu adalah kehendak Allah yang harus dilaluinya membuat dirinya
menjadi kuat dan sabar. Ibadah sholat
fardhu tidak pernah ditinggalkan,
memanjatkan doa kepada Allah untuk ayah
dan ibu. Sampai kemudian mendapatkan
pekerjaan dan sekarang sudah bisa mengontrak rumah sendiri. Subhanallah. Wassalam,
Istighfar
astagfirullah......
zaman sekarang banyak tersebar AL-
QUR'AN yang didalamnya ada 5 surat yang
dipalsukan oleh negara Amerika dan AL-
QUR'AN tersebut dijual/berada di negara
Mesir
shalawat: shalawat
shalawat: shalawat: Sesungguhnya tidak lengkap seseorang itu berdoa tanpa berSELAWAT ke atas Rasulullah SAW. Ianya perlu diserta bersama dalam doa yang dipan...
Keutamaan Puasa Arafah
Ibadah tathawwu' (sunnah; yang dianjurkan) merupakan perkara yang akan menambah pahala, menggugurkan dosa-dosa, memperbanyak kebaikan, meninggikan derajat, dan menyempurnakan ibadah wajib.
Allah Ta'ala berfirman,
فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرُُ لَّهُ
“Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya.” (Qs. al-Baqarah: 184).
Demikian juga, hal itu merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, setelah melakukan kewajiban-kewajiban. Karena, mendekatkan diri kepada Allah itu dengan cara beribadah kepada-Nya dengan ibadah yang hukumnya wajib atau mustahab (yang disukai; sunnah). Mendekatkan diri kepada-Nya bukan dengan ibadah yang bid'ah tanpa bimbingan sunnah atau dengan kebodohan tanpa bimbingan ilmu. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits qudsi sebagai berikut,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya, Allah berfirman, 'Barangsiapa memusuhi wali-Ku [Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa-pen.], maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah; tambahan; yang dianjurkan) sehingga Aku mencintainya.'” (HR. Bukhari, no. 6502).
Di dalam hadits di atas terdapat dalil, bahwa barangsiapa yang menghendaki dicintai oleh Allah, maka urusannya mudah baginya, jika Allah memudahkannya padanya. Yaitu dia melakukan kewajiban-kewajiban dan melakukan ibadah-ibadah tathawwu' (sunnah), dengan sebab itu, dia akan meraih kecintaan Allah dan walayah (perwalian) Allah.” (Al-Fawaid adz-Dzahabiyah Minal Arba'in Nawawiyah, hal. 143).
Kemudian, di antara amalan tathawwu' yang utama adalah puasa. Karena, puasa merupakan ibadah yang dapat mengekang nafsu dari keinginannya. Puasa juga akan mengeluarkan jiwa manusia dari keserupaan dengan binatang menuju keserupaan dengan malaikat. Karena orang yang berpuasa meninggalkan perkara yang paling lekat pada dirinya, yang berupa makanan, minuman, dan berhubungan dengan istrinya, karena mencari ridha Allah. Sehingga, itu merupakan ibadah dan ketaatan yang merupakan sifat malaikat. Sebaliknya, jika manusia mengumbar hawa nafsunya, maka dia lebih mendekati alam binatang.
Keutamaan Puasa Arafah
Di antara puasa tathawwu' yang paling utama adalah puasa Arafah. Yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah.
Sebagian orang mendapatkan masalah ketika mendapati tanggal/kalender di negaranya berbeda dengan di Arab Saudi. Maksudnya, pada hari ketika jamaah haji sedang berkumpul di Arafah, yang hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, tetapi kalender di negaranya pada hari itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya. Maka, apakah dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, dan para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau dia berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri dan di Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, dan para jamaah haji berkumpul di Arafah.
Dalam hal ini yang menjadi ukuran adalah wuquf di Arafah, bukan kalender di negaranya. Karena di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut dengan “puasa hari Arafah”, sehingga mestinya wuquf di Arafah itulah yang menjadi ukuran. Wallahu a'lam.
Keistimewaan Hari Arafah
Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).
Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.
Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.
Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.
Dosa Apa yang dihapus?
Apakah dosa-dosa yang dihapuskan itu meliputi semua dosa, dosa kecil dan dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Dalam masalah ini para ulama berselisih.
Sebagian ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat sebagaimana zhahir hadits. Bahwa semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, atau dosa kecil.
Namun jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Ibnu Rajab, berpendapat bahwa dosa-dosa yang terhapus dengan amal-amal shalih, seperti wudhu', shalat, shadaqah, puasa, dan lainnya, termasuk puasa Arafah ini, hanyalah dosa-dosa kecil.
Pendapat jumhur ini di dukung dengan berbagai alasan, antara lain:
Allah telah memerintahkan tobat, sehingga hukumnya adalah wajib. Jika dosa-dosa besar terhapus dengan semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak dibutuhkan, maka ini merupakan kebatilan secara ijma'.
Nash-nash dari hadits lain yang men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar untuk penghapusan dosa dengan amal shalih.
Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dengan bertobat darinya atau hukuman pada dosa tersebut. Baik hukuman itu ditentukan oleh syariat, yang berupa hudud dan ta'zir atau hukuman dengan takdir Allah, yang berupa musibah, penyakit, dan lainnya.
4- Bahwa di dalam syariat-Nya, Allah tidak menjadikan kaffarah (penebusan dosa) terhadap dosa-dosa besar. Namun, kaffarah itu dijadikan untuk dosa-dosa kecil (Lihat Jami'ul 'Ulum wal Hikam, syarh hadits no. 18, karya al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali).
Puasa Arafah untuk Selain yang Berada di Arafah
Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak wuquf di Arafah. Adapun bagi kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).
Setelah kita mengetahui keutamaan puasa hari Arafah ini, maka yang tersisa adalah pengamalannya. Karena setiap manusia nanti akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita untuk berada di atas jalan yang lurus. Amin
Langganan:
Komentar (Atom)
